LINTAS WAKTU

LINTAS WAKTU

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 18, 2023
• CERITA INI MENGANDUNG BANYAK KATA-KATA KASAR. • SANGAT COCOK UNTUK YANG TIDAK SUKA MENYE-MENYE. • TIDAK DIPERKENANKAN BAGI ORANG MUDAH TERSINGGUNG. • KURANG BAGUS UNTUK AJANG EDUKASI. • MAAPKEUN AUTHOR YANG UCAPANNYA BIKIN ISTIGHFAR. 🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦🦦 "DEMI APA?! ARGH, BANGSAT!!" "BAJINGAN KEPARAT. RESCA, ANJING. KUNTILANAK TAI!" Dihadapkan kenyataan pahit, kaca mobil Pajero menjadi bukti. Wajah gradakan, hitam, kusam dan berminyak, tubuh kecil-kurus kerontang, kaki pecah-pecah berdarah, rambut sebahu kasar tak terawat, baju kumal compang-camping, celana sobek di beberapa tempat--ini bukan dirinya! Kemana fisiknya yang nyaris sempurna itu. "ARRGGGHHHH!!! INI BUKAN GUE. INI BUKAN WAJAH GU--" PLAKK.. Sebuah sendal melayang menimpuk punggung si jelek. Wanita separuh baya berkacak pinggang sambil melotot. . "Memang, ya. Orang gila itu enggak jauh beda kayak Monyet. Liar, enggak tau aturan, enggak terdidik pula." "Gimana mau terdidik, orang tua aja enggak ada." "Mungkin dia gila karena terlalu kere. Bajunya aja, sobek-sobek." "Eh, Ibu-ibu,, saya mencium bau menyengat nih." "Heem. Bau dosa, bau badan, bau mulut. Saya yakin tembus tuh sampai Jahanam." "Minimal mandi, lah, Mbak. Dirimu itu loh, ba--" belum selesai si Bapak tua bicara, sosok yang disindir berteriak frustasi. "BERISIK ANJENG!! MULUT LO BAU TAI!" Hmmm... Penasaran? Ayo baca!
All Rights Reserved
#248
couplegoals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Darkness Crystal: BBB Fanfic [✓]
  • Dusk In Your Eyes
  • My Duchess / End
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • I'm a Girl, Bos!
  • Gara-Gara Ketuker: HALITAU [✓]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines