DICULIK PANGERAN VAMPIR

DICULIK PANGERAN VAMPIR

  • WpView
    Reads 1,771
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 28, 2023
"Naina, tahukah kau kalau Aku seorang vampir," kata Edward kekasihnya yang sedang duduk di sampingnya. Naina menoleh dan membeliakkan matanya yang indah itu ke arah Edward. Senyumnya sangat menawan ketika menjawab," Kalau kau vampir maka aku adalah gadis srigala." Dengan wajah malas Naina memalingkan kembali wajahnya dan menatap ke arah puncak pegunungan yang sangat indah. Edward tampak menghela nafas. Dikira Naina, Ia sedang bercanda. Maka ketika Naina sedang menatap puncak pegunungan maka Edward berbisik di telinga Naina. "Lihatlah Naina!" bisik Edward. Naina menoleh dan seketika mata indahnya terbelalak. Bagaimana tidak? Mata Edward yang biru itu memerah, mukanya yang putih berubah semakin pucat dan yang paling mengerikan adalah gigi taring Edward yang mencuat di kiri dan kanan mulutnya. Naina menggosok-gosok matanya tetapi pemandangan itu masih sama. Ia lalu menampar pipi Edward. Edward berteriak kesakitan, tetapi Naina masih belum puas. Naina menarik taring Edward dan berharap taring itu lepas. Tetapi taring itu tidak lepas dan ketika tangan Naina akan mencolok mata Edward yang berwarna merah. Edward berteriak, " Hentikan tingkah konyolmu!" Nainapun jatuh pingsan dengan sukses.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Edgar : Between Chaos and You
  • Ordinary woman love(Boyfriend Vampire)
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • My Love For Vampire.
  • You
  • I'm More Than Just A Princess
  • Bastard Imortal (tamat)
  • vampire vs werewolf

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines