CASSIA AND 4D

CASSIA AND 4D

  • WpView
    Reads 3,692
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 17, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan harap lo bisa jadi bagian dari keluarga Danunendra." "Gue gak pernah ngarep." "Gue bisa disini karena bokap lo yang minta gue jadi anak perempuan nya ." "Terserah intinya, cepat atau lambat , lo akan di kick di sini ." Cassia di jadikan anak angkat oleh Damar Danunendra. Seorang pengusaha sukses dan bisnis pertambangan nya terkenal hingga ke mancanegara. Namun, 4 anak kembar Damar menolak keras kehadiran Cassia, sebagai adik tirinya. Maka mereka pun membuat rencana untuk mengeluarkan Cassia dari keluarga mereka. Akan tetapi lama kelamaan mereka semakin bingung dengan 2 pilihan, antara menerima Cassia sebagai bagian dari keluarga nya atau melanjutkan rencana mereka?
All Rights Reserved
#41
hirunkit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • Breaking The Scale
  • TOUCHED (End)
  • Respirator [Selesai]
  • RAVEN [ ✔ ]
  • DANADYAKSA
  • The Kiddos (Tamat)
  • Naretta
  • Kado Untuk Cassandra
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines