Story cover for RIUH by phenusia
RIUH
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Aug 14, 2023
Bagaimana rasanya ketika hari mu begitu tenang?
Angin meraba-raba membuat rambut mu melambai dan menari, terkadang menerpa wajah  dan menutupi matamu yang selalu sendu dan abu-abu. 

Semua makhluk di semesta ini memiliki kekuatanya masing-masing, untuk tertawa, untuk bahagia, bahkan untuk menangis, lalu bagaimana rasanya ketika kekuatan itu menghilang? Hati mu tenang? 

Apa kamu pernah keheranan, ketika seharusnya kamu menjadi orang paling sedih pada suatu situasi, justru dada mu terasa ringan, tidak ada rasa kebas membiru yang menjerat, ketika seharusnya kamu menjadi orang paling sedih, yang seharusnya bola mata mu terasa panas karena terdesak lelehan air mata, kamu justru menjadi orang yang paling tidak mengerti dirimu sendiri, kamu justru bersedih karena kamu kehilangan rasa sedih, kamu bersedih karena tidak merasa kehilangan atas apa yang selalu dekat. 

Apa karena sudah terbiasa terjerat? Sudah terbiasa lebam? Sudah terbiasa merasa perih? padahal saat pertama kali rasanya semua ingin dibanting, begitu sesak, pedih, sampai harus menahan rasa ingin bicara karena takut berteriak. 

Sekarang, mari kita berkenalan, dengan bunga-bunga dan kupu-kupu, dengan air dan riaknya, dengan laut dan pasang-surutnya, dengan bulan dan pucatnya, dengan kopi dan pahitnya, dengan hujan dan badainya, dengan ingin dan izinnya. 

Sebelum itu, kamu berkesempatan untuk lari, sejauh mungkin, dan jangan kembali 
Kamu berkesempatan untuk hilang, dan tidak ditemukan
Kamu berkesempatan untuk berbicara sebelum akhirnya bisu

Karena setelah ini tidak ada hening, tidak ada diam, semua RIUH.
All Rights Reserved
Sign up to add RIUH to your library and receive updates
o
#874suga
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat ni zei_llyn
18 parte Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
LIGHT ni sailaazs_
35 parte Kumpleto
[BROTHERSHIP] Ketika amarah, kebencian dan keputusasaan luruh karena ketulusan, cinta dan kebahagiaan. Inilah kisah keluarga sederhana, yang berjuang mencari bahagia nya di tengah letupan emosi yang kian meluap. Mari kita arungi bersama. Tak ada yang berubah pada Yoongi hyung, presensinya tak pernah hilang, senyum yang selalu meneduhkan jiwa yang kacau tak pernah lelah untuk terbit, kecuali cahaya dimata nya. Hanya aku yang kehilangannya, apa hyung sudah lelah? Apa aku menuntut terlalu banyak? - Jungkook Hyung akan lakukan apapun untuk kebahagiaan dua malaikatku, sayap ku. Maaf jika hingga saat ini hyung masih memiliki banyak kekurangan. Kim Taehyung.. Kim Jungkook, kalian adalah dunia ku. -Yoongi Mengapa aku harus terlahir berbeda? Mengapa aku harus menjadi sumber kesedihan adik manis ku? Mengapa aku tak bisa menjadi kakak yang dapat di andalkan? Aku marah pada diriku sendiri, lebih marah ketika Yoongi hyung melupakan mu karena ku. -Taehyung --- Udah di baca berulang kali, still loving so much ff ini. One of the best ff brothership, segala emosi baik yang happy, sad, cemburu, pencerah yang menghidupkan karya kamu, authornim. Sangat dekat dengan kehidupan realita kita. -padini95 Keren aja, bener-bener ngefeel banget sampe adegan yang sedih pun ikut nangis sesegukan. -syaprillia Alur nya gak ngebosenin jadi aku suka. Dulu udah pernah baca sampai end, di up ulang masih aku baca dan masih sama kok, nanvis juga hehehe. -ArifahRahmania >> Info tentang pemesanan buku bisa melalui dm wattpad atau dm ig yaa~ Happy Reading!
30 DAYS ni JihanSadiyah
9 mga parte Kumpleto
[V FF] 30 hari bersamamu memang belum cukup bagiku, tapi untuk 1 detik saja bersamamu sudah sangat berarti bagiku. Karena 30 hari bukan hanya tentang waktu tapi tentang kebersamaan. *** Ceritanya dimulai (begin) dari taehyung melawan sakit yang menimpanya. Taehyung mendapatkan penyakit selama 2 tahun terakhir sejak dia kuliah di Amerika, tapi karena tidak ingin ada yg khawatir dengannya taehyung tidak memberitahu pada siapapun soal penyakitnya, lalu ditengah melawan penyakit taehyung bertemu dengan seseorang yg juga sedang melawan penyakit walaupun penyakitnya berbeda, dan lama kelamaan taehyung jadi jatuh cinta padanya dan itu adalah cinta pertama (first love) taehyung, tapi saat taehyung ingin mengungkapkan perasaannya pada wanita itu, dihari yang sama jimin sahabat taehyung mengatakan bahwa dia mencintai wanita itu, karena takut melukai sahabatnya taehyung terpaksa berbohong (lie) dengan mengatakan bahwa dia sedang jatuh cinta pada temannya di amerika, setelah kejadian itu taehyung merenungkan (reflection) bahwa dia memang tidak pantas untuknya mengingat kejadian masa lalu (stigma) taehyung yang sangat menyedihkan, yaitu taehyung pernah membunuh orang yg sangat ia cintai, tapi ia ingat bahwa ibunya (mama) pernah berkata dalam situasi apapun tetaplah tersenyum, hingga suatu hari ia terbangun(awake) dari mimpi panjangnya tapi sayang kisah ini telah berakhir dan ia tak mungkin kembali ke masalalu dan merubah alurnya. Akankah taehyung berhasil melewati masa-masa sulitnya? Atau malah menyerah? -Begin -first love -lie -reflection -stigma -mama -awake The end *** Main cast: -Kim Taehyung (Kim Taehyung) Cerita ini terinspirasi dari beberapa album/MV BTS. Terutama album LOVE YOURSELF, tapi tokohnya aja yg aku ubh, misalnya adegan jin ama j-hope berubah jadi v semua gitu jadi kalo ada saran coment aja :):):):):):):):):):) *** Penulis amatir:)
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Let Go {VKookZy}  cover
Paradise cover
LIGHT cover
Cahaya Redup [END]✓ cover
FF BTS || alwaysFine cover
Memories in Moon cover
Semesta [TERBIT] cover
30 DAYS cover
Hingga Tak Ada Lagi Luka cover

ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

18 parte Ongoing

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***