Mbak Nikah, yuk!

Mbak Nikah, yuk!

  • WpView
    Reads 4,827
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
Berawal pertemuan Ammel dengan Zayn di sebuah pusat belanja dan dipertemukan kembali di sekolah dengan status yang berbeda. Namun, hal itu tidak mematahkan keinginan Zayn untuk menjadikan Ammel kekasihnya. Tentu saja Ammel tidak akan setuju karena dia merupakan guru, tidak mungkin memiliki hubungan dengan anak muridnya sendiri. "Mbak, nikah, yuk!" Ajakan itu yang selalu Ammel dengar saat bertemu dengan Zayn Eglar Bramantyo, awalnya Ammel menyangka hanya sebuah leluconan. Namun, kenekatan pemuda itu membuat Ammel merasa tersentuh. "Mbak, kapan kita nikah?" "Dalam mimpi kamu," "Baiklah gue tidur dulu, ya, Mbak." ☘️☘️☘️☘️ "Jangan memikirkan perkataan orang lain, lebih baik pikirkan perkataanku saja." - Zayn. "Mencintai bukan soal perbedaan umur, tetapi tentang bagaimana perasaan kita satu sama lain," -Zayn. "Cinta? Aku tidak tahu apa itu cinta?" -Ammelia. bye : MputKyud
All Rights Reserved
#94
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEGRADASI [SELESAI]
  • Hati Yang Mendengar
  • Turun Ranjang (EBOOK PDF)
  • Kekasihku Jadi Iparku
  • LOV3 5CENARIO [ON GOING]
  • MY BOSS SUGAR DADDY ✔️
  • Break Up
  • Bukan Salah Tata
  • Cinta Di Antara Sahabat [COMPLETE]
  • Akulah Istri Sahnya

Dahulu, Ia datang membawa aksara amerta, mengeja rindu di ambang pintu rasa. Seorang pemuja struktur yang bersumpah atas nama anuraga. ​Namun, waktu adalah kala yang paling rahasia; perlahan Ia merobohkan pondasi tanpa suara. Di antara barisan diksi yang pinaka, aku menyaksikan sebuah ketulusan yang mengalami degradasi. ​Tak ada sengketa, hanya aku yang tertinggal di antara reruntuhan janji yang kini menjadi maya. Bagai menanti burung terbang tinggi, tunggul juga yang dipagut- aku menunggu kembali, meski Ia telah memilih menepi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines