Benci Coklat

Benci Coklat

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 25, 2023
WpInfo
Fanfic
RWBY
[ No Copy ] Terlahir menjadi seseorang gendut bukan lah keinginanku tapi aku hanya ingin diperlakukan selayaknya manusia bukan seorang babi Badanku mungkin mengambil banyak oksigen didunia ini tapi bukan berarti aku harus dihina, dipukul, dan dibenci Bahkan orang terdekatku tidak percaya dengan apa yang ku ucapkan semuanya berpihak kepada mereka yang membullyku Disaat titik terendahku, aku hanya bisa menangis dan menangis Apa aku harus menyerah? Atau tetap bertahan sampai tuhan memberikanku keadilan?
All Rights Reserved
#379
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Adek Abang || END
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Destiny
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • 𝐒𝐇𝐀𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀 (REVISI ULANG)
  • AFKARA [END]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines