HOWL

HOWL

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 21, 2023
Camilla, gadis cantik pemilik mata biru yang diturunkan oleh ayahnya. Perempuan yang harus merasakan pahitnya dunia dan jahatnya semesta. Gadis itu harus menghadapi hal aneh di hidupnya. Hal yang membuat hidupnya berubah jauh dari yang dia bayangkan. Kejadian demi kejadian yang dia alami membuatnya semakin lelah. Hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya mampu merubah kehidupan nya. Akankah dia bisa terbebas dari hal itu? Atau dia mulai membiasakan dengan hal-hal aneh itu? Atau mungkin dia lebih menyukai kehidupan barunya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • My Hero Academia: Male reader
  • Big BadBoy [COMPLETE]
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • The Silent Invasion (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Book 4 : Transmigration Becomes a Prostitute  (only on Wattpad) [End]
  • Karakter Fiksi Menjadi Nyata

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. β€’β€’β€’ Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow duluπŸ’‹

More details
WpActionLinkContent Guidelines