AKU, BUKAN PELAKOR!!

AKU, BUKAN PELAKOR!!

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya nikahkan Alicya Hanindya Az Zahra dengan engkau Muhammad Ilham Pratama Hafan dengan seperangkat alat sholat dan emas 10 gram, uang 15 juta di bayar tunai." "Saya terima nikah nya Alicya Hanindya Az Zahra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." "Bagaimana para saksi sah?" "Sah." "Alhamdulillah." "Mengapa aku harus menjadi istri dari kaka ipar ku sendiri? Bagaimana nanti pandangan orang terhadap ku?" ujar gadis itu di balik cadar nya. "Hey, jangan malamun. Ayok cium tangan ku." ujar Ilham dengan nada ketus. Alicya atau akrab di panggil Icha menganggukan kepalanya dan mencium punggung tangan suami nya. Akankah pernikahan ke dua berakhir bahagia? Sementara ada hati yang terluka di antara kehidupan mereka? Yuk ikuti kisah cinta dan rumah tangga antara Alicya dan Ilham di cerita AKU, BUKAN PELAKOR!!
All Rights Reserved
#8
sakihati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • ASTAGHFIRULLAH ZAUJATI
  • Eternal Love Of Dream [End]
  •  bisikkan di sepertiga malam ku
  • Gula Kapas
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Alifa Story [END]
  • Imamku (SELESAI)
  • Kebenaran Rindu

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines