Story cover for Pembohong? (END) by FitriHandayanis5
Pembohong? (END)
  • WpView
    Reads 32,449
  • WpVote
    Votes 1,997
  • WpPart
    Parts 25
  • WpView
    Reads 32,449
  • WpVote
    Votes 1,997
  • WpPart
    Parts 25
Complete, First published Aug 15, 2023
"Gw kangen sama Lo yang dulu chiya ngerti ga sih. Lo tuh dulu sering nyuapin gue kalo lagi ga mood kayak gini." Ucap Christy tanpa sadar bahwa orang yang di depannya sekarang langsung berhenti makan dan berubah menjadi sendu.

Chika yang lama terdiampun mulai bersuara

"kalo Lo kangen sama chiya yang dulu yaudah temenan aja Sana Sama chiya yang dulu jangan sama gue." Ucap Chika datar.

penasaran???
silahkan baca
All Rights Reserved
Sign up to add Pembohong? (END) to your library and receive updates
or
#655ch2
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Without you  cover
Alaska Azura  cover
When You Wish Upon a Star cover
AKU MAU DI SAYANG BUNDA:( End.. cover
ALFIAN BAGASKARA cover
My Enemy Is Mine cover
the other side cover
Spoiled little sister? cover

GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

24 parts Complete

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.