SELESAI SUDAH

SELESAI SUDAH

  • WpView
    Membaca 127
  • WpVote
    Vote 32
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 22, 2025
WpInfo
Puisi
Tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi pada kita nanti. Namun yang pasti, saya sangat bersyukur bertemu denganmu. Kita adalah setandan kisah yang picik, dan pertemuan ini menuai kisah yang akhirnya menjadi panutan dikala sendiri. Walau kini kau sudah terlalu jauh untuk saya jangkau, telapak tanganmu mengengam harapan namun terasa begitu menyesakkan. Pun saya, menari diiringi oleh isak yang ngeri jika diingat. jadi, jangan kembali. kali ini, biarkan saya meminta-minta, biarkan saya berharap lebih. biarkan saya mengemis pinta, merayu-rayu dan meliuk-liuk bagai lentera di malam hari. walau kini sudah langka, ia saya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#27
newpost
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • MISS MY BESTFRIEND
  • Rintik jadi Luka
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Thanks for all
  • Puisi Tetangga Sebelah
  • ROMANSA KATA
  • KAMU YANG SANGAT AKU RINDUKAN
  • Barisan Penyesalan
  • Mencintai Diri Sendiri

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan