IF OR TI?

IF OR TI?

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 5, 2023
16+[WARNING!!! Mengandung banyak kata-kata kasar] Bandung, konon katanya di kenal sebagai salah satu kota yang memiliki banyak kenangan bagi banyak orang. Entah untuk suasananya atau bahkan orang-orang di dalamnya. Fayona Permandita mengakui itu semua, gadis kelahiran tahun 1999 ini merasakan bagaimana indahnya kota itu untuk pertama kalinya. Sebagai anak rantauan Fayona diharuskan beradaptasi di dunia barunya, menemukan jati diri yang sebenarnya sebagai salah satu mahasiswa jurusan teknik informatika. di tengah itu semua Fayona di pertemukan dengan laki-laki bernama Arzan salah satu teman kelasnya yang terkenal pendiam dikelas. dengannya Fayona belajar banyak hal sesuatu yang tidak ia ketahui. Lalu apa hubungan keduanya? Apakah Fayona bisa beradaptasi dengan baik di tempat barunya? lalu apa arti sebenarnya dari IF OR TI? penasaran?! yuk semaik ceritanya!!
All Rights Reserved
#471
newadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Temu
  • LANGIT, BINTANG, DAN ALAM SEMESTA[TERBIT✅]
  • Bukit Dago Selatan
  • Doubts of Us
  • ANGKASA
  • BLOOMING [END]
  • Kosan Milenial
  • Love Algorithm At Midnight
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]

Bandung, kota penuh angin dan obrolan receh. Di tengah padatnya tugas kuliah, deadline organisasi, dan drama anak kos, dua mahasiswa dari dua dunia ketemu dalam keadaan... aneh. Raka, anak Sunda asli, jurusan seni rupa, lowkey introvert, ngopi pake gelas enamel, hidupnya kayak poster filosofi hidup minimalis. Nisya, cewek Jakarta nyasar, jurusan ilmu komunikasi, tukang story tiap dua menit, ngomong cepet, ketawa ngakak, dan gak ngerti kenapa "punten" itu bisa bikin orang senyum. Pertemuan mereka random banget: dari rebutan colokan di co-working space, sampe jadi partner kerja bareng untuk proyek kampus yang absurd. Dari nyebelin, jadi saling ngakak. Dari debat, jadi deket. Tapi di balik tawa dan lelucon, ada hal-hal yang belum kelar dari masa lalu. Dan ternyata, titik temu gak selalu berarti kita berhenti di tempat yang sama. Kadang, cuma buat ngerti: kenapa kita butuh ketemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines