I See A World

I See A World

  • WpView
    Leituras 326
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, set 3, 2023
[I See A World] - Serra Fork Serra Fork, gadis ambisius dari kota kecil Peony, meninggalkan segalanya untuk meraih kesuksesan di Newestland. Baginya, pernikahan adalah rantai yang hanya akan menghambat langkah. Dia menghindari cinta dan menolak segala hal yang berbau romantis. Fokusnya sederhana-karir dan membahagiakan ibunya, Naomi Fork. Namun, pertemuannya dengan Diego Ancel Lunz, pria mapan yang tulus mencintainya, mengguncang keyakinannya. Serra dihadapkan pada pilihan yang sulit: mengikuti hati atau tetap teguh pada prinsip hidupnya yang sangat mengakar dalam dirinya. Bisakah Serra benar-benar menghindari cinta, atau takdir memiliki rencana lain untuknya? © Ucheatt
Todos os Direitos Reservados
#731
quote
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Reynand & Joya | END
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • AMARE (COMPLETED)
  • ALVASYA [TERSEDIA DI E-COMMERCE SHOPEE, TOKPED,DLL LOTUS PUBLISHER ]
  • Let Me Gone [Completed]
  • BimaSena✔️ COMPLETED [SEQUEL KEYLANDARA #1]
  • My Cold Boyfriend
  • STELLA (On Going)
  • [#ADWS1] BARA [SUDAH TERBIT]
  • AKSAFA (End)

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo