Puisi Sore

Puisi Sore

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 23, 2023
Karya puisi bertajuk romansa hidup, cinta, dan perjuangan ini akan diakui sebagai anak oleh penulis. Anak yang lahir dari sebuah keadaan yang mungkin saja bisa berubah sekalipun pasti tidak. Penulis dengan segenap hati menantang takdir yang sudah terlanjur tertulis rapi oleh Maha Pencipta. Puisi ini ditujukan kepada semua pembaca yang mencintai cinta dengan segenap ketulusan jiwa. Hanya ketulusan yang dapat mengartikan isi dan makna dari bait demi bait. Selamat menyelami makna dari tulusnya cinta melalui puisi demi puisi. Selamat sampai tujuan dan berbahagialah karena lahirnya Puisi Sore. Jangan lupa sambil dengarkan instrumen lagu kenanganmu, agar pesan yang ingin kusampaikan berlabuh didasar pikiranmu paling dangkal. Karena yang dalam hanyalah dihati. Selamat membaca!
All Rights Reserved
#6
karyaseni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Diksi Dalam Sepi
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Lembut Seperti Doa
  • TENTANG RASA

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines