The Rebelion VS Alien

The Rebelion VS Alien

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 27, 2023
Bumi telah di invasi oleh alien yang menyerupai manusia. Kota Cyberia menjadi kota pusat tempat pertama para alien itu mendarat di tahun 2050. Semua orang di bumi telah di hapus ingatannya tentang invasi itu, dan para alien itu hidup berdampingan dengan manusia dan menjadikan manusia sebagai budak selama 400 tahun. Tapi pada tahun 2450 ada seorang anak yang mendapatkan ingatan leluhurnya mengenai invasi para alien, dan anak itu akan berusaha untuk mengusir para alien keluar dari bumi dengan membentuk kelompok pemberontak yang bernama The Rebelion
Creative Commons (CC) Attribution
#2
brainwash
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIA : Last Hope
  • THE DEATH TARGET
  • Te' Andra : The Stray Bounty Hunter [Tamat]
  • Psychic War
  • Miya's The Rebellion (Ongoing)

Tahun 2099. Bumi sekarat. Langit bukan lagi biru, udara menghitam oleh polusi, dan lautan berubah jadi lumpur beracun. Umat manusia tidak lagi bertahan-mereka hanya menunda kepunahan. Di tengah reruntuhan dunia yang dikendalikan oleh rezim korup dan propaganda masif, satu harapan terakhir muncul: Project Gaia, sistem penyelamat lingkungan yang telah lama dikubur oleh pemerintah. Devano Magasky Darmawan, seorang jenius teknologi, memilih melawan. Dikhianati oleh masa lalu dan diburu oleh teman lamanya yang kini menjadi musuh, ia membentuk tim pemberontak dari beragam latar belakang: hacker, teknisi, sniper, mantan militer, ilmuwan, hingga informan bawah tanah. Bersama, mereka menyusun rencana paling mustahil-mengaktifkan Gaia dan menghidupkan kembali planet yang nyaris mati. Namun misi ini bukan sekadar soal mesin dan data. Ini adalah pertarungan moral dan identitas. Siapa yang layak dipercaya? Apa arti pengorbanan dalam dunia yang sudah rusak? Dan apakah dunia yang baru layak diperjuangkan, jika harus mengorbankan sisi manusiawi kita? Di balik aksi sabotase, infiltrasi, dan kejar-kejaran maut, ada pertanyaan yang terus menghantui mereka: Bisakah manusia ditebus? Ataukah kita hanya layak punah bersama bumi yang kita rusak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines