The Boy Who Forgot Me

The Boy Who Forgot Me

  • WpView
    Reads 587
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2024
FOLLOW DULU YUK SEBELUM MEMBACA😉😇 "Pertemuan pertama itu namanya kebetulan. Pertemuan kedua itu sudah digariskan. Sedangkan pertemuan ketiga dan seterusnya, itu aku yang menciptakan. Sudah dengan izin Tuhan tentunya." -Raveina- Pertemuan pertama antara aku dan dia di bangku panjang taman Marianalow hari itu amat berkesan bagiku. Aku masih mengingat setiap kosa kata yang mengalir dari lisan kami berdua sore itu dengan jelas. Seakan-akan dialog itu sudah tertulis di kepalaku. Wajahnya juga tidak akan kulupakan. Wajah tampan yang dibasahi air mata, rambut hitamnya yang tidak terlalu lebat, juga mata cokelatnya yang sendu kala bercerita panjang lebar tentang kegundahan hatinya kala itu. Dua tahun berlalu, dan takdir menggambar garis kami untuk kembali bertemu. Aku senang bukan main, tapi itu hanya sesaat. Karena laki-laki yang sangat ingin kutanyai kabarnya itu tidak lagi mengingatku ataupun janji yang kami ikrarkan hari itu. ^⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_ Hai hai! Welcome to my first story! Alangkah baiknya kamu jika kamu follow sebelum membaca ya gaes. Silahkan vote jika suka, dan share jika sangat suka. Terima kasih.🤍 Start: 1 Nov 2023. Highest rank: # 9 - lupa dari 1.03 ribu cerita🎖️ # 6 - lupa dari 1.04 ribu cerita🎖️
All Rights Reserved
#314
dino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • KANARA [COMPLETED]
  • Remember?
  • Let Me Love You Longer
  • Still The Same [SEGERA TERBIT✅]
  • AYARA [END]
  • The First, Not the Last
  • NOISY SOUL [Ongoing]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines