[SUDAH TERBIT] Moody Kitchen

[SUDAH TERBIT] Moody Kitchen

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida vie, ago 18, 2023
Maudy memutuskan untuk Kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Sang ibu, Ayunda, menyambut kepulangan anak semata wayangnya dengan bahagia. Kepulangan Maudy ke Indonesia ternyata tidak sesuai keinginan gadis yang telah lulus sebagai seorang desainer, ia dihadapkan dengan surat wasiat Ayah yang memintanya untuk meneruskan Kedai Wilujeng dengan Ibu. Selain surat wasiat, Maudy juga mendapatkan tekanan dari para tetangga dan teman orang tuanya terkait pembukaan kembali Kedai Wilujeng. Di tengah-tengah kondisi tersebut, ia berkenalan dengan Leo, seorang asisten koki yang bekerja di Jakarta. Perlahan, Maudy mulai membuka diri kepada Ayunda dan Leo mengenai apa yang ia ingin lakukan sebenarnya.
Todos los derechos reservados
#96
moody
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • You Are Not My Lover
  • Not Like The Movies
  • Pelerai Demam - [END]
  • Oh, My Sugarman
  • Find
  • Marrytime ✓
  • Fly away [Remake]
  • SetaLyna
  • Abyanca || Abyan & Bianca

- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido