Story cover for Ferrum, No. 26 [Complete] by kyungsoosie_
Ferrum, No. 26 [Complete]
  • WpView
    MGA BUMASA 910
  • WpVote
    Mga Boto 70
  • WpPart
    Mga Parte 26
  • WpView
    MGA BUMASA 910
  • WpVote
    Mga Boto 70
  • WpPart
    Mga Parte 26
Kumpleto, Unang na-publish Aug 18, 2023
Setiap unsur di semesta punya nomor. Dan dalam hidup Sisie, nomor dua puluh enam adalah milik Aksa-laki-laki yang hadirnya tak pernah direncanakan, tapi meninggalkan bekas seperti jejak sidik jari di logam hangat.

Mereka tumbuh di ruang dan waktu yang berbeda, lalu dipertemukan kembali oleh kebetulan yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Akhirnya terbentuk keakraban dan koneksi, lalu timbul hal yang lebih rumit. Ekspektasi.

Namun, tidak semua yang saling mencintai bisa tinggal. Ada jarak yang tak bisa dipangkas oleh sinyal, ada tanggung jawab yang tak bisa ditawar dengan perasaan. Aksa menjadi bukti bahwa kebaikan tidak selalu mampu bertahan ketika hidup meminta lebih dari sekadar cinta.

Ferrum, No Atom 26 bukan kisah tentang pemenang dan yang ditinggalkan. Ini adalah cerita tentang Aksa, si logam hidup dengan seribu logika dan nol kesimpulan.
All Rights Reserved
Sign up to add Ferrum, No. 26 [Complete] to your library and receive updates
o
#328satire
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Aku Mati Rasa Perihal Cinta ni cahyaaa18
51 parte Kumpleto
~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Erlangga cover
Semesta cover
Aku Mati Rasa Perihal Cinta cover
Number One (completed) cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Kumpulan Novelet Romansa (one shoot) cover
Arsyilazka cover
Sebaris Cinta untuk Bagaskara  cover
Hema Akasha.[Telah Terbit] cover

Erlangga

7 parte Kumpleto

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?