Ferrum, No. 26 [Complete]

Ferrum, No. 26 [Complete]

  • WpView
    Reads 955
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 5, 2025
Setiap unsur di semesta punya nomor. Dan dalam hidup Sisie, nomor dua puluh enam adalah milik Aksa-laki-laki yang hadirnya tak pernah direncanakan, tapi meninggalkan bekas seperti jejak sidik jari di logam hangat. Mereka tumbuh di ruang dan waktu yang berbeda, lalu dipertemukan kembali oleh kebetulan yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Akhirnya terbentuk keakraban dan koneksi, lalu timbul hal yang lebih rumit. Ekspektasi. Namun, tidak semua yang saling mencintai bisa tinggal. Ada jarak yang tak bisa dipangkas oleh sinyal, ada tanggung jawab yang tak bisa ditawar dengan perasaan. Aksa menjadi bukti bahwa kebaikan tidak selalu mampu bertahan ketika hidup meminta lebih dari sekadar cinta. Ferrum, No Atom 26 bukan kisah tentang pemenang dan yang ditinggalkan. Ini adalah cerita tentang Aksa, si logam hidup dengan seribu logika dan nol kesimpulan.
All Rights Reserved
#707
teman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Erlangga
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • CINTA LOKASI
  • Just Be Friend? [Completed]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines