Bell
  • WpView
    Leituras 21
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 18, 2023
WpInfo
Ficção
Fantasia
Terkisah tentang persahabatan yang menceritakan petualangan Bell, Pip, dan Kira dalam dunia yang penuh misteri dan keajaiban. Ketika Bell mengidap penyakit langka dengan sifat magis, tiga sahabat ini menjalani perawatan dan perjalanan bersama untuk mengatasi tantangan yang semakin kompleks. Namun, semakin keras mereka berjuang, semakin parah kondisi Bell. Pip dan Kira tetap setia di sisinya, memberikan dukungan dan kasih sayang yang tak tergoyahkan. Dalam momen-momen putus asa, Bell merenung tentang arti sebenarnya dari petualangan dan keajaiban yang mereka alami bersama. Dia menemukan diary lamanya, menggali mimpi dan khayalan sejak kecil, dan mempertanyakan apakah dunia yang dia alami hanyalah ilusi yang dia ciptakan.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • HORROR PICNIC
  • Surat Untukmu
  • STUCK IN THE PAST
  • "Polaris & Umbra: Cahaya yang hilang"
  • FOUR ELEMENTAL GODS[REVISI]
  • Cyan Teal
  • ONE DAY IN STORY TOWN
  • A Heart for A Heart [ON REVISION]
  • Dear Ex Ceo (GitShan)  S1

Salju turun terlalu lebat malam itu di pinggiran Gangwon, membungkus sebuah vila megah dalam kesunyian yang mencekam. Di dalam bangunan bernilai miliaran Won tersebut, aroma wine mahal bercampur dengan bau besi yang amis bau darah yang masih hangat. Tuan Park menatap pantulan dirinya di dinding kaca yang retak. Di belakangnya, tawa anak - anaknya yang biasanya mengisi ruangan kini telah bungkam selamanya. Tidak ada teriakan. Hanya ada keheningan yang menyesakkan seolah dinding - dinding marmer itu sendiri yang menyerap suara mereka. Ia tahu, tanah tempat bangunan ini berdiri tidak pernah menginginkan keberadaan mereka. Vila ini cantik, namun ia memiliki "perut" yang lapar akan nyawa. Sambil menggenggam erat sebuah kunci perak di tangannya, Tuan Park membisikkan janji terakhir sebelum kegelapan benar - benar menjemputnya. "Siapa pun yang masuk... tidak akan pernah benar - benar bisa pulang." Dua puluh tahun kemudian, kunci itu kembali berputar di lubangnya. Dan pintu vila terbuka untuk menyambut tamu - tamu baru dari seberang lautan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo