Arkana

Arkana

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 27, 2023
"Melihatmu bahagia dengan pilihanmu adalah episode terakhirku mencintaimu Nebula.." Menyampirkan sehelai rambut milik Nebula, Arkana tersenyum dengan airmata yang menggenang dalam pelupuk tajamnya. Entah bagaimana air pada sore ini menjadi sangat dingin ketika ombak mempertemukan air dengan kaki telanjang keduanya, dengan pasir yang begitu lembut pada pijakan Arkana membawa sang pujaan berjalan kebibir pantai. "Ar, ini terlalu jauh." Pikir wanita itu. "Bul, kamu pernah denger lagunya Ziva Magnolya?.." tanya Arkana yang dibalas anggukan oleh Nebula. "Aku suka banyak lagu Ziva, kamu emangnya suka yang mana ar?.." Jawab Nebula diakhiri dengan pertanyaan, dengan senyum manis Arkana hanya menjawab pelan. "Peri Cintaku bul, soalnya lagu itu tentang kita hahaha!.." Tawa renyah seorang Arkana mampu membuat Nebula terdiam lama, dalam hati ia akan terus berucap 'Kamu sempurna arkana, sangat indah' sambil membalas candaan yang dilontarkan oleh Arkana. "Tuhan, izinkan aku umatmu.. hidup lebih lama hanya untuk menatap hambanya" Doa Arkana selalu untuk Nebula.
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • KIARA [End]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • RAGA
  • JANUARGHA
  • Awan Abu-Abu [END]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Nebula
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines