JIKA PANDA JATUH HATI PADA KOALA

JIKA PANDA JATUH HATI PADA KOALA

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 19, 2023
Hidup adalah kepingan puzzle yang rasa-rasanya tak berada di dalam satu kotak yang sama. Kita bertugas mencari setiap kepingannya. Bahkan jika itu memaksa kita untuk berkelana ke tempat baru, mengenal hal yang baru dan berbagi cerita dengan orang baru. . Dan bagaimana jika keping puzzle itu juga mengantarkan PANDA dan KOALA ke dalam satu rangkai kepingan utuh puzzle tersebut? Mungkinkah? . Ayo baca, vote, comment dan share cerita ini agar kita bisa sama-sama menemukan jawabannya! . Salam, A. A. Widarta
All Rights Reserved
#499
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Cegil Komplek [00L]
  • Informed Consent
  • Whisper of Destiny (END)
  • Puzzle Hidup [END]
  • As We Are
  • LINKED; || bertautan; [REVISI]

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines