Story cover for FROM BLUE by Istiana_rahma
FROM BLUE
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Aug 19, 2023
Kisah seorang gadis dengan banyak luka yang tidak percaya akan cinta, hingga seorang lelaki yang tulus mencintainya  membuatnya tidak takut menghadapi kenyataan, mengajarkan bahwa cinta dan kehilangan adalah dua hal yang pasti begitupula dengan bahagia dan sedih. Juga tentang persahabatan yang tulus dan mampu meyakininya untuk terus bermimpi dan menggapainya.

"Lo nggak perlu takut sakit atau takut kehilangan. Seenggaknya lo pernah mencintai dan dicintai. Bahagia nggak akan selamanya, lo pasti bakalan sakit. Itu juga yang bakal buat lo kuat." ~~~~ Green 


"Gue akan buat lo senyum, tapi gue nggak bisa janji buat nggak ngecewain lo." ~~~~Tosca



"Tenag ada kita.!"~~~~Navy



"Gue tau lo kuat." ~~~~Red
All Rights Reserved
Sign up to add FROM BLUE to your library and receive updates
or
#260umum
Content Guidelines
You may also like
GREENSTA [END] by angietsania_
73 parts Complete
SUDAH TERBIT! TERSEDIA DI ONLINE SHOP 115k!! DAN TERSEDIA DI KARYAKARSA! "Aku memutuskan untuk mencintainya, jadi aku harus siap untuk menerima segenap luka yang akan ia ciptakan." -Grista Gabriel- "Lo udah gak cantik, gak punya akhlak dan kali ini lo udah gak suci dimata gua!" "Inget Gris! Gua akan buang lo setelah gua puas buat lo menderita!" "Aku menghemat seluruh napas dan ludahku, hanya ingin untuk bertukaran dengan mu, Grista." -Green Affando- Ini kisah kami, dua insan yang bertahan selama 365 hari. Bukan sekadar satu tahun biasa, tapi tentang bagaimana aku bisa bertahan dengan sikapnya yang berbeda dari pria lain. Bagaimana ia tetap mempertahankanku meski menciptakan suasana yang begitu membosankan. Dia mendiamkanku, menciptakan luka, dan mematahkan cinta yang telah kurangkai. Bertahan dengannya tak pernah mudah. Ia meninggalkanku dengan orang lain, tapi saat aku ingin pergi, dia justru semakin menyakitiku. Semakin lama bertahan, semakin besar luka yang kuterima hingga sulit kuselesaikan. Ketakutanku akan kesendirian malah menghancurkan hidupku, penuh air mata. Ini bukan kisah cinta yang indah. Bukan tentang pria yang melindungi wanitanya. Bukan cinta yang tulus, setia, atau bebas rahasia. Bahkan hukum alam dan negara seakan ingin mengakhiri semuanya. Mencintainya membawaku dekat pada kehancuran sekaligus memberiku kekuatan untuk bangkit dan melihat dunia dengan mata baru. Di balik kisah yang penuh luka ini, tersembunyi rahasia gelap yang menanti terungkap. Seseorang di antara mereka terlalu mahir menyembunyikan niat jahat-merancang kehancuran di balik topeng pesona. Saat malam menjadi saksi, jejak darah dan kebohongan perlahan terkuak. Namun, tak ada yang benar-benar tahu siapa dalangnya. Ini bukan sekadar kisah cinta yang rumit, tetapi perjalanan menuju kebenaran yang menakutkan. Di antara Grista, Green, atau bayangan yang mengintai mereka, tersembunyi sosok dengan hati iblis yang siap menghancurkan segalanya. WARNING [18+]
You may also like
Slide 1 of 10
Halaman Hidupku cover
Kita Sembuh Bareng? cover
Different [END] cover
Menyerah atau Bertahan? cover
NALA KEENARA [Hiatus] cover
GREENSTA [END] cover
ARGALAND cover
Korban silaturahmi [TAMAT] cover
Fajar & Senja cover
Let Me Love You Longer cover

Halaman Hidupku

12 parts Ongoing

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.