Girls Strong

Girls Strong

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 3, 2024
Seperti biasa hari ini Popy berangkat ke kampus dengan mengendarai motor nya rasanya malas sekali untuk ke kampus karena dosen pengganti itu galak sekali sehingga membuatnya kesal setiap kali ia masuk kelasnya pasti akan ada saja dirinya selalu saja di suruh suruh oleh bapak itu Matahari sudah di atas kepala Popy memarkirkan motornya di parkiran depan fakultas nya lalu ia berjalan menuju kelasnya kebetulan ia mendapat jadwal ruang kelas di lantai satu Popy masuk ke dalam kelasnya betapa terkejutnya ia saat melihat dosen itu sudah ada di kelasnya perasaan masuk 30 menit lagi kenapa bapak itu sudah ada di dalam kelas temen-temen nya juga terdiam . Setelah beberapa saat akhirnya popy memberanikan diri untuk masuk ke dalam kelas melangkah kan kakinya kini ia menjadi pusat perhatian di kelasnya agust juga berhenti menjelaskan saat melihat Popy "Assalamu'alaikum, maaf pak saya baru masuk." Ucap Popy seraya memasuki kelasnya "Waaalaikumsalam, siang banget kamu datang dasar pemalas harusnya kamu datang lebih awal dong dari saya." Protes Agust seraya menulis di papan tulis
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • DEANDRA (Dangez Gang)
  • Ardi & Ara [End]
  • 99 Days with Pak Dosen [END]
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • nostalgia SMA kita
  • Meet and Pass
  • Everything is You
  • MY ASDOS MY CRUSH
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines