Sepenggal cerita dari "Diary"

Sepenggal cerita dari "Diary"

  • WpView
    LECTURAS 836
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida vie, dic 25, 2015
aku adalah anak dari pengusaha ternama,namun aku tidak bangga dengan itu semua. aku adalah chila anak satu-satunya dari pengusaha mebel ternama di indonesia. aku dirumah hanya tinggal berdua dengan pembantuku ayah dan ibuku tidak pernah berada di rumah mereka selalu pergi ke luar negri,luar kota dan tidak pernah memperdulikanku. sekarang aku baru pindah di sekolah baruku yang sangat terkenal sampai ke negara-negara luar. tetapi aku tidak pernah menginginkan sekolah disana karena pergaulan anak-anaknya yang begitu mewah. orang tuaku tidak pernah mengerti dan tidak akn pernah mau tau keingnan aku sedari aku masih kecil hingga sekarang,hingga akhornya aku menemukan tempat curhat yang yaitu diary. diary bagiku adalah salah satu benda yg berharga untukku kemana aku pergi pasti selalu ku bawa.
Todos los derechos reservados
#162
devi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah baru untuk Ibu
  • adel si bungsu
  • Twelve Hearts Under One Roof
  • kekasihku itu ya..suami kakak ku..
  • Destiny My Love
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • ❤️STORY JESSIKA MILA AGNESIA️ & PRILLY AGNESIA MILA❤️
  • Aku Dan Waktu.
  • SUNRISE❌IDR

Akhirnya, apa yang aku impikan terwujud. Aku bisa membangun rumah baru untuk Ibu. Setelah lima tahun lamanya, aku bekerja keras mengumpulkan uang untuk bisa memiliki rumah sendiri. Aku pandang wajah Ibu, terharu ketika pagi itu, kami bawa dari kontrakan, melihat rumah baru. Sebelumnya kami sengaja, tidak memberi tahu ibu, apa maksud kami membawa beliau kesana. Kami, menutup mata Ibu dan Ayah, sambil berjalan tiga meter dari kontrakan. Kami seperti adegan petak umpet. Tidak lama kemudian, kami membuka mata mereka melihat kejutan ini. Kedua Orangtuaku seolah tak percaya, melihat rumah yang lumayan besar dan mewah, model minimalis, tengah berada di depan mata mereka. Dua tahun setelah itu, aku dilamar seorang ustad, yang mana dulu waktu kecil ibu, sering membantunya, waktu ia kehilangan kedua orangtua, sengaja membiarkannya karena mereka sibuk dengan dunia masing-masing. tak ku fikirkan lagi David yang hilang, dan tak ku hiraukan kabarnya lagi, ibaratkan hilang ditelan bumi, entah kemana. Yang ku ingat adalah rasa sakit yang menyayat hatiku sampai sekarang. menjelang ku bertunangan, tanpa disengaja kami bertemu lagi, disebuah tempat. Aku heran, melihat pandangannya padaku, berbeda. yang mana, dia melihatku penuh haru dan penyesalan, atas perbuatan buruknya kepadaku, dia tak tahu waktu itu, aku difitnah oleh salah satu karyawan kantor yang tidak suka padaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido