ABIMANA SATYA

ABIMANA SATYA

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
"Kalian ngapain?" Kedua adam dan hawa yang saling berlaga kasih serempak menoleh ke sumber suara. Nampak terkejut hingga sekian detik kemudian saling memangkas jarak. "Ma, ini nggk seperti yang mama pikir." Gadis itu bergegas menghampiri wanita yang berstatus ibunya itu. "Kalian berdua kelewatan," wanita paruh baya itu nampak menggelengkan kepalanya heran. Detik berikutnya menatap laki-laki yang merupakan putra dari kakak perempuannya. "Nggak habis pikir tante sama kamu Satya!" Laki-laki itu nampak panik, mulai megacak rambutnya dengan frustasi. "Tante salah paham. Ini nggak seperti yang tante liat, kami-" Belum selesai laki-laki itu bicara. Wanita paruh baya itu nampak mengisyaratkan dirinya untuk berhenti. "Besok tante ke rumah kamu, kita urus pernikahan kalian!" kemudian wanita itu berbalik badan meninggalkan kedua adam dan hawa yang langsung membeku, mencoba mencerna kembali dengan baik kata demi kata yang di dengar barusan. PERNIKAHAN!? Sebuah hubungan yang sama sekali tidak pernah terlintas di pikiran mereka sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • syanin
  • [END] Blind Rainbow
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Bayi Dosenku 2
  • BarraKilla
  • Inside You

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines