PAREIDOLIA

PAREIDOLIA

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 30, 2024
Malam hari dengan cahaya rembulan yang bersinar terang dan ribuan bintang telah menghiasi langit. Diiringi semilir angin dingin menyejukkan suasana. Seorang perempuan duduk termenung pada sebuah pohon. Dia sedang duduk santai di sana entah apa yang sedang dipikirkannya sembari memandang takjub bunga berwarna merah yang tumbuh di dekat sana namun, tiba-tiba ada seorang laki-laki tanpa tahu dari mana telah menyapa perempuan itu dengan senyum yang lebar. "Apakah dia manusia?" Pikir perempuan itu dengan perasaan ingin segera meninggalkan tempat ini, disisi lain ada hasrat baginya untuk menjadikannya teman. Pada akhirnya perempuan itu telah mendapatkan seperti halnya kutukan, hanya karena bunga yang ditemukannya.
All Rights Reserved
#2
duniamanusia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • cinta duyung
  • ABOUT YOU! [Harqeel]
  • Hutan Terlarang [END]
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Help Ghost
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines