P.O.V (Point of View)

P.O.V (Point of View)

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika sebuah benda mati yang biasanya hanya bertengger di rak kayu memiliki pikirannya sendiri? Bagaimana jika Dia yang hanyalah tumpukan kertas memiliki sudut pandang tersendiri terhadap pembacanya? Bagaimana jika suatu saat Dia tidak dibutuhkan lagi? Dia tidak bisa berbicara. Tulisan yang tercetak di setiap sisi kertasnya adalah satu-satunya cara agar dia bisa berkomunikasi dengan manusia. Tugasnya hanya satu, dibaca oleh orang!
All Rights Reserved
#766
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • HYUNA'S LIFE
  • MEMORIES(END)
  • Academy-Orbis[SELESAI]
  • Bukan Antagonis [END]
  • Garis yang Memisah
  • ASRAR [TERBIT]
  • Nobody Knows (HIATUS)
  • Tirta Mata
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines