Goodbye Fasya

Goodbye Fasya

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 20, 2023
Sejauh manapun aku pergi, Pulangnya tetap ke kamu Kamu yang orang lain lihat sederhana Tapi bagiku, hanya denganmu aku merasa aman dan nyaman. Rasa nyaman yang tak bisa dipaksakan ini, Hanya kutemukan padamu. Dan kuharap ini bukan hanya bagiku, tapi juga bagimu. Karena aku tak ingin merasa sepihak. Mungkin mereka melihat kita bodoh. Yang sesekali terlihat paling tersakiti dan menyakiti. Dan yang sesekali terlihat paling tak ingin jauh satu sama lain. Ini menyebalkan. Tapi ini mengajarkan kita arti berharga. Yang orang lain tak dapat mengerti sebelum merasakannya air mata zieva terus bercucuran saat menulis kata perkata di buku diary nya, berat untuknya melakukan ini semua. hubungan yang selama ini ia jalani dan tidak pernah terpikirkan oleh zieva jika dirinya akan memutuskan hubungannya dengan seorang Fasya biantara taraka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • Waktu?
  • Naura & Lukanya
  • Always Loving You
  • -YOU-
  • APRIL
  • Let Me Love You Longer
  • NAUSY
  •  ANATHA
  • Become an Extra or Main Character [END]

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines