[TERBIT] LOTUS: THE PROMISE THAT RETURNS

[TERBIT] LOTUS: THE PROMISE THAT RETURNS

  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 17, 2025
Sejak sang ibu menanam bunga lotus di halaman belakang rumah, Kamala selalu dihantui mimpi yang sama setiap malam. Ia tak pernah bisa mengingatnya, meskipun terasa begitu nyata. Namun, ketika ia tak sengaja menyadari seorang lelaki misterius di kelasnya itu, segalanya berubah. Tentang mimpi yang menghantuinya, kebenaran yang selalu ia salah artikan dan memori kenangan yang sempat sirna kembali mencuat untuk mencekik gadis itu. Sebenarnya, siapa lelaki itu? Cerita ini diikutsertakan dalam event The Flowers Tale oleh Maple Media. Start: 09 Mei 2025 Finish: 13 Juni 2025 Pict: Maple Media
All Rights Reserved
#1
kamala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Renandra Retha
  • Lily: The Red Last
  • SHY PRINCESS : The Still Leaf
  • [TERBIT] Wisteria : When Promises Almost Die
  • RUN OR KILL (ON GOING)
  • Virgo: A Kind of Magic [END]

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines