Menunggu Cahaya Cinta

Menunggu Cahaya Cinta

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 1, 2024
Aya adalah seorang wanita jomblo berusia 30 tahun yang sedang menunggu hilal cinta. Suatu hari dia tiba-tiba ditugaskan untuk dinas diluar kota oleh perusahaannya. Ditempat barunya, dia bertemu dengan Ahmad, seorang pemuda di tempat Aya bekerja. Aya yang notabene merupakan seorang wanita yang baru saja hijrah, dipertemukan dengan Ahmad, seorang pemuda tampan, muda dan cerdas. Apa yang akan terjadi dengan kisah mereka? akankah penantian jodoh Aya akan berakhir dengan Ahmad ?
All Rights Reserved
#165
cahaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Annam Al Abbiyan
  • Surga Terakhir [tamat]
  • Mubayyin [On Going]
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Andai Di Surga Ada Cinta
  • ALGHAFIR [TAMAT]
  • Cinta Ikhlas
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Raden Aluna | END

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines