Story cover for Melukis Harmoni  by Ariyanyan_
Melukis Harmoni
  • WpView
    Membaca 104
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 104
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Agt 22, 2023
Melihatmu saja rasanya aku ingin sekali berada di samping mu selalu. Tapi.. Bagaimana? Hanya takdir yang dapat menentukan kita berdua. Jadi ku persembahkan karya ku untuk mu agar aku tidak akan mudah melupakan dirimu, dan kita terasa selalu bersama meskipun kita tidak akan selalu nya bisa bersama. Aku mohon.. Bolehkah sekali saja aku bisa melihat mu lagi? 

--
© :-Alur cerita :Ariyan
     -Asisten :Nandra
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Melukis Harmoni ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#490seni
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Truth After Love (Tamat, segera terbit) oleh tiaxyl
36 bab Bersambung Dewasa
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You're Here, But Not For Me oleh MyMiela
8 bab Bersambung
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Lukisan Amerta Anyura cover
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
Kamu [SELESAI]✔ cover
SalFlo cover
Antara Kita yang Tak Pernah Jelas cover
As Time Allows cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
You're Here, But Not For Me cover
ASRAR| cover
Sekali Lagi (End)  cover

Lukisan Amerta Anyura

1 bab Lengkap

Hari ke hari, tahun ke tahun, aku bertemu banyak pria dimana mana, namun aku tetap mencintai dirinya dan mengagumi dirinya. Sudah setengah tahun sejak aku dan dirinya tuk bertemu terakhir kalinya, dikala wisuda purna siswa takdir berkata untuk menyatukan kita. Tak ku sangka aku dan dia duduk bersebelahan, entah takdir sedang mengujiku atau memberiku kesempatan bertemu tuk terakhir kalinya bersama dia. Dikala itu aku berandai-andai bahwa kita kan duduk bersebelahan lagi dimasa depan, atau lebih tepatnya dipelaminan. Namun semua nya hanya masalalu, kini aku dan dirinya berpisah dan kembali ke dunia dan jalan masing-masing. Meskipun aku tak pernah lagi bertemu dengannya lagi, aku masih tetap mencintai dan mengagumi dirinya, inilah namanya mencintai dengan hati,meskipun tak pernah melihat nya tapi hatiku berkata selalu ada dia dihatiku. Tentunya aku merindukan kenangan ku dan dirinya, berbincang bersama, tertawa bersama, bercanda bersama, belajar bersama dan apapun itu bersama nya. Dikala hati ku merindukan nya, aku menggambar dirinya. Seperti yang orang orang katakan "jikalah engkau membuat seorang seniman jatuh hati, maka saat itu juga engkau dinyatakan abadi didalam karyanya"