SEGI EMPAT [END]

SEGI EMPAT [END]

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida mié, ago 23, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
"Gis, cerita kita berempat itu tragedi. Nggak bakal ada yang nganggep tragedi sebagai komedi." Kini Fero terlihat serius. "Tapi kenangan nggak kenal tragedi ataupun komedi, Fer. Selamanya kenangan akan jadi kenangan, nggak peduli itu menyakitkan atau menyenangkan. Karena pada akhirnya kenangan hanya untuk dikenang, bukan untuk di dendam." Giska menjawab panjang lebar. Fero hanya mengangguk penuh arti.
Todos los derechos reservados
#4
selamanya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Mine
  • Bukan Kita D.A.N
  • Dear Ex Ceo (GitShan)  S1
  • Surat Untukmu
  • janji kecil
  • Love Story
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • A Memory of You

Samudra - Launa adalah dua hati yang pernah saling menemukan di tengah ramainya dunia. Cerita mereka bermula dari tawa ringan, percakapan dalam telepon malam, hingga janji-janji kecil yang menyemai harapan. Namun, seiring waktu, hubungan itu diuji oleh keraguan, kehadiran orang lain, dan jarak yang tak lagi bisa dijangkau oleh cinta semata. Samudra yang berada di Sarawak-Malaysia dan Launa yang berada di Bandung-Indonesia. Launa mencintai Samudra dengan tulus-dengan cara yang kadang terlalu diam, terlalu sabar, dan terlalu dalam. Bersama Samudra, Launa merasa hidupnya lebih lengkap, lebih berarti. Launa jatuh cinta kepada Samudra bukan karena ia sempurna, melainkan karena kehadirannya membawa rasa yang berbeda dari siapa pun sebelumnya. Samudra memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan perhatian-sederhana, namun bermakna. Ia hadir sebagai pendengar yang sabar, teman yang tak pernah lelah menemani, dan sosok yang mampu membuat Launa merasa dihargai, bahkan dalam diam. Dari sapaan hangat, kalimat-kalimat dukungan, hingga tawaran tulus untuk sekadar menemani belajar atau menenangkan hati yang lelah-semuanya perlahan membentuk ruang nyaman bagi Launa. Di tengah ketidak sempurnaan hubungan, Samudra mampu membuat Launa merasa bahwa ia layak dicintai dan tidak sendiri. Tapi waktu tak pernah memberi jaminan bahwa cinta akan selalu dipertahankan. Ketika Samudra berubah, ketika perasaan itu mulai tak searah, Launa hanya bisa menahan luka, berharap semesta mengembalikannya-walau dalam hati tahu, harapan itu semakin kabur. Ini bukan sekadar kisah putus cinta. Ini tentang bagaimana seseorang belajar melepaskan meski hatinya masih ingin bertahan. Tentang rindu yang terus tumbuh walau tak lagi punya tempat untuk pulang. Dan tentang keberanian Launa untuk tetap mencintai-meski akhirnya harus ikut hilang bersamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido