Renjana Bumantara

Renjana Bumantara

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 26, 2023
[Follow for more story📌] "Kenapa kamu mengajak ku kemari?" tanya, Kathrina. "Lihatlah di sekelilingmu. Banyak sekali bunga yang mekar, bukan?" jawab, Maldavis. Ia menunjuk pada bunga di sekelilingnya. "Ya, apa kaitannya?" balas, Kathrina merasa kebingungan. "Maafkan aku, karena tidak memberitahumu sejak awal. Tapi, berjanjilah agar kau tetap menunggu ku kembali, seperti bunga-bunga ini yang senantiasa mekar ketika musim semi datang." Ucap, Maldavis makin berbelit.
All Rights Reserved
#260
tulus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Step Backward
  • You Are My Destiny!
  • Mantan Terindah
  • Jangan Hanya Bicara
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Cause We are Family
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • When Spring Find Us

Perasaan manusia adalah hal yang rumit untuk dipahami. Semakin keras usaha dalam memahaminya, maka semakin membingungkan pula urusan yang harus diselesaikan. Semakin lama semakin larut dalam ketidaknyamanan. Perasaan yang menggebu-gebu disaat wanita itu mendekatinya. Tak ada kepastian dari logika, tentang perasaan yang dirasakannya. Kemurkaan? Kebencian? Kecintaan? Tak heran, jika amarah dan cinta itu diumpamakan sebagai satu warna yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines