Pete, Between the Dark Times

Pete, Between the Dark Times

  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 17, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Pete adalah seorang anak yang tinggal di sebuah desa bernama Greendays. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan kedamaian dan keceriaan bersama dengan teman - temannya, tetapi tanpa sepengetahuannya, ada rahasia dari masa lalu yang sengaja disembunyikan, apakah hanya rahasia masa lalu saja? Di luar sana, terjadi berbagai macam hal yang juga sebisa mungkin hanya diketahui oleh mereka yang sudah dewasa. Cepat atau lambat, Pete akan mengetahuinya. Apakah dia sudah siap untuk mengetahui sebuah realita yang sesungguhnya? Bagaimana dia akan menghadapinya? Kelak, dia harus memutuskan apa yang perlu dilakukan.
All Rights Reserved
#6
farm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • A Light Far in Sight
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Lingkaran Merah
  • Ruang Tanpa Suara
  • Lovely Monster [TAMAT]
  • 97 HORAS: The Lost Village
  • Di Balik Semua, Itu...
  • ARWAH MANTAN PACAR CALON SUAMI

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines