The Twins: My Identity

The Twins: My Identity

  • WpView
    LECTURAS 56
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 18, 2023
Aku... Siapa aku? aku terlahir sebagai anak kembar 4 pertama. Lalu dua tahun kemudian keluarga kami di karuniai anak 4 kembar lagi dan salah satu nya mirip dengan ku. Aku dan dia sama, wajah kami sama, yang membedakan hanyalah umur dan... Ceritaku berawal di saat aku masuk SMP di kota asalku saat berumur 9 tahun. Disinilah ceritaku berawal sebagai siswi dengan nama Bia Overload yang padahal aku... Ehm... Ini adalah kehidupanku sebagai seseorang yang selalu diawasi dan terlalu di manja oleh keluargaku sendiri.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • sraddah (on going)
  • A R S E A N A
  • Become Baby Boy✓
  • AL
  • Neko
  • school
  • Bitter Life Him
  • Mas Iqbaal [Short Story]✔️
  • Forever
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido