PSYCHE PRIVILEGE (on going)

PSYCHE PRIVILEGE (on going)

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2023
Sebuah aksara cinta yang hampir selesai. Namun, takdir tak pernah membiarkannya tergapai. Tentang Agapi dan Pras yang saling mengasihi. Yang sadar masih lama menunggu masa bagi anak manusia seperti mereka untuk saling membersamai. Tentang 'cinta' yang tak pernah Agapi dapati. Lalu datanglah pemberi asa dihidup nya yang hanya mengenal kata sepi. Tentang kehidupan Pras yang dipenuhi tawa. Mendatangi seseorang yang hidupnya nestapa menyelimuti. ** Lahir di keluarga pemilik bar dan usaha tak bermoral lainnnya. Membuat Agapi Cahya Rembulan mendapat banyak hinaan serta cacian. Wajahnya yang jelita tidak menjadi penyelamat dari mulut-mulut manusia - yang sama sekali tidak mengiri terhadapnya. Andai orang tuanya memberi ketenangan, mungkin seperti arti dari namanya Agapi (cinta dalam bahasa Yunani) ia akan merasakan setidaknya sedikit kebahagiaan. Namun, yang ada justru sang ibu turut berperan menjadi perontok semangat hidup gadis itu. Seandainya Agapi tidak bertemu dengan pemuda bernama Pras Prayoga. Saat ini namanya hanya tinggal kenangan - yang tak akan lagi disuarakan. "Gue nggak nuntut bahagia sama Tuhan. Gue cuma minta jangan nyokap gue yang jahat. Gue takut, gue nggak tahu gimana caranya biar tetep dapat surga di bawah kakinya." -Agapi. "Elo sabar 'kan? Tunggu gue sukses. Sebentar lagi gue akan pindahin letak surga lo. Dari kaki ibu lo ke tangan gue. Gue yang akan pegang tangan lo. Menuntun elo ke Jannah-Nya." - Pras.
All Rights Reserved
#837
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ARGAN
  • DIKANESHA
  • Angel To Raya (END)
  • ASRAR [TERBIT]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • ANGGI MAHARANI

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines