AROGANTSI REVAL 2

AROGANTSI REVAL 2

  • WpView
    Reads 8,197
  • WpVote
    Votes 200
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Billionaires and CEOs
Marriage and Divorce
"Lepasin tangan loe,niel.Ucap Reval saat melihat Daniel menarik tangan Aurora dengan lembut tepat dihadapan Reval. Daniel seolah menulikan telinganya dengan ucapan suami dari Aurora Ziffa Ananya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Merasa ucapannya diabaikan,Reval pun berteriak. "Daniel Askara! teriak Reval Daniel menghentikan langkahnya dengan tangannya yang masih menarik tangan Aurora dengan lembut. "Loe gak pantes neriaki gue,bangsat!Ucap daniel menohok tepat dihadapan Reval. Reval hanya diam tanpa mampu membalas ucapan Daniel sahabatnya.Dirinya memang pantas mendapat makian dari daniel atas sikapnya yang dengan lancang menyakiti hati Aurora,perempuan cantik yang kini memalingkan wajahnya dari Reval. "Gue antar loe balik ra.Ucap Daniel "Please maafi gue.Batin Reval setelah melihat kepergian Aurora bersama Daniel. #penasaran dengan kehidupan rumah tangga mereka? #maafkan untuk segala kekurangan disana sini nya ya...🙏🙏🙏 #so....happy reading....
All Rights Reserved
#938
possesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • To Choose an Enemy (End)
  • COMPLICATED (21+)
  • Between Two Heart's
  • Sweet RomanShit
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • AURORA
  • Arogantsi Reval
  • Naomi Life's Story

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines