Luka Yang Sama (Inspired)

Luka Yang Sama (Inspired)

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2015
Sesak menahan semua kecurigaan yang berlebihan itu. Dia menahan tanganku "Apa gunanya ini! Kau menghianati kita.". Stefan menggenggam bingkai foto keluarga kami, Aku, Dia dan Gwen. Putri kecil kita. Nafasku tersendak, naik turun melihat Stefan akan melempar foto itu. Gerakannya berhenti, waktu terhenti?. Kupandangi ia dengan bingung. Samar-samar kudengar suara tangisan dari ruang tengah. Segera aku berjalan menuju sumber suara. Kutatap sosok gadis kecil di hadapanku itu. Dia, aku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menanti
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • kaisoo gs kehidupan kyungsoo (END)
  • Anaking
  • the perfect my husband
  • GAREN With Hate (End)
  • KALINDRA
Menanti

Kita berjalan tanpa ikatan dan mulai menelusuri ruang harap yang akan berakhir dengan ketulusan. Semakin berjalan menulusuri lorong itu, semakin terlihat jelas sorot mata itu melukiskan ketulusan namun satu hal yang membuatku bingung, mata yang selalu menatap dengan hangat, perlakuan hangat yang selalu hadir menemani namun tak pernah datang memberi kepastian. Ya lebih tepatnya membuka ruang harap untuk sebuah ketulusan, namun tak kunjung memberikan kepastian dan tak sanggup untuk melepas. Semakin melangkah, langkah kita semakin beriringan hingga kehadiran seseorang di ujung lorong menyapa dan membuat langkah kita terhenti. Sosok Seorang perempuan yang sudah tidak asing bagi ku sedang berdiri di ujung lorong yang tak pernah ku lalui sebelumnya memanggilnya dan membuat ku tersadar bahwa ketulusan yang selama ini ku nanti adalah sebuah fatamorgana. Kepercayaan yang ku bangun hancur berkeping keping. Saya tahu betul bahwa dia berjalan di lorong yang lain dgn sosok itu namun telah berakhri di ujung lorong. Namun semua yang dia katakan hanyalah kebohongan agar saya tetap menemaninya berjalan di lorong yg lainnya. Hingga akhirnya ku lihat dirinya yang menghampir seseorang itu di ujung lorong dan meninggalkan ku sendiri yang masih tetap terdiam menatapnya pergi menulusuri lorong lain bersama sosok yang tak asing lagi di lorong masa lalunya. Bagaiamana Lina bangkit dari ketepurukannya saat Ray memutuskan untuk berhalan menghampiri masa lalunya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines