TI AMO.

TI AMO.

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2026
"Saya, Joel Atmadeva Alatas, mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya." Dihadapan Tuhan, Deva mengucapkan janji yang tidak akan pernah dia ingkari sampai akhir napasnya, dia hanya akan menikah satu kali seumur hidup, yaitu dengan seorang Zaneta Amy Nandita, rumahnya, cintanya, dunianya. Bagi beberapa orang mungkin menikah dalam usia muda adalah kesalahan, karena mereka akan kehilangan masa mudanya. Namun, bagi Joel dan Zaneta menikah dalam usia muda tidaklah seburuk seperti yang orang luar pikirkan. "Sayang, makasih ya, makasih udah mau nerima aku jadi suami kamu, makasih sudah mau melahirkan anak kita, dan makasih sudah mencintaiku." "Ti Amo." Orang-orang hanya tau bahwa mereka kini telah bahagia dengan keluarga kecil mereka, tapi mereka tidak tau bahwa mereka memiliki masa lalu yang kelam, yang hanya bisa mereka pendam agar trauma masa lalu tidak merusak masa depan mereka. • • • • • Happy Reading.
All Rights Reserved
#90
parents
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Kembali [END] ✔️
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Dilema Cinta
  • Neyralgis||On Going
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • My Lovely Senior

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines