Yang Kusebut Rumah

Yang Kusebut Rumah

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 28, 2023
Cakrawala, sebuah nama yang berarti kehangatan, cinta yang luas, serta sosok yang kuat. Namun, semua itu tak sesuai dengan jalan hidupnya selepas remaja. Ia kehilangan apa itu arti sebuah keluarga, cinta, dan kepercayaan terhadap manusia dan Tuhannya sendiri. Darah mudanya menggelegak, dan egonya memberontak. Nyalinya yang menciut telah membesar dan membawanya hidup di jalanan sebagai gembong preman. Dan di suatu ketika saat berada pada titik terendah, akhirnya jiwanya mengaku lelah. .... "Kembalilah ke rumah, Cakra! Seburuk apa pun dirimu, kau tetap anak lelaki Emak." "Rumah mana, rumah seperti apa yang Emak maksud?" "Keluarga. Ia adalah tempat sebaik-baiknya engkau pulang, Nak." "Semuanya t'lah hilang sejak lama, Mak! Sungguh, aku kesusahan menemukan jalan untuk kembali, Mak." "Jangan memintanya untuk tetap tinggal dan kembali ke rumah ini, Mak! Kita udah terlanjur malu dibuatnya, sama seperti Bapak. Mereka sama-sama menyakiti kita. Nila udah terlanjur membenci mereka. Sekarang, enggak ada lagi istilah abang ataupun adik antara Nila dan dia, Mak!" .... Bagaimana rasanya jika sebuah rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman malah menjadi awal mula kehancuran? Yang seharusnya menjadi tempat untuk pulang, malah menjadi alasan mengapa harus menjauh. . . . . Jangan lupa tinggalkan komentar dan votenya ya. Tengkiuu 🙏
All Rights Reserved
#355
cakrawala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm a Failed Wife and Mother
  • Andira [End]
  • Meraih Restu Kakak [TAMAT] #WRITONwithCWBP
  • RAGARA [ on going ]
  • MOYRI BERLIZHA
  • Eliinaa
  • 27 FEBRUARI
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED

Mati dalam penyesalan mendalam membuat Eva seorang Istri dan juga Ibu yang sudah memiliki 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa mendapatkan kesempatan kedua. Hidup kembali dan bertekat mendapat maaf dari Suami dan para Anaknya yang sudah sangat lama dia acuhkan malah harus menerima kenyataan pahit ketika tahu Suaminya sudah mencintai wanita lain. Haruskah dirinya menyerah dan melepas keluarga kecilnya itu untuk kebahagiaan mereka masing-masing? Karna dia tahu dialah yang menggores luka yang sangat dalam kepada ke empat laki-laki tersebut. "Maafkan aku, aku memang tidak pantas disebut ibu dan juga istri yang baik untuk kalian, aku akan menjauh dan akan membiarkan kalian bahagia dengan tidak adanya kehadiranku disisi kalian" Tapi benarkah dirinya mampu pergi menjauh dari mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines