TEMARAM
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2024
"Temaram seperti ini selalu membawa ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, ya?" Galen berkata sambil menatap ke langit yang semakin gelap. Esha mengangguk sambil meniup angin senja yang menerpa wajahnya. "Benar sekali, Galen. Seperti ada keajaiban dalam setiap saat ini. Segala sesuatu menjadi lebih tenang, dan kita bisa merenungkan segala hal yang telah kita lewati." Keduanya menghabiskan beberapa saat dalam keheningan, merenungkan perjalanan hidup yang telah mereka jalani. Mereka adalah teman sejak kecil, tumbuh bersama dalam kegembiraan dan kesulitan. Mereka telah melalui badai dan terik matahari, tetapi persahabatan mereka tetap kokoh seperti batu karang di tepi pantai Galen Sadipta Esha Pranatha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Andira [End]
  • JUST BE MINE [END]
  • Raina dan Raihan
  • ELANG [End]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Game Over: Losing Control
  • Garis Takdir Nesha (TERBIT)

Jilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori 'baik.' Pulang malam sudah menjadi rutinitas rutin dalam hidupnya. Mempunyai saudari kembar yang tak selurus membuat Jilan mati rasa! Jinan Agatha, itu adalah kembarannya. Jilan menolak keras untuk mempunyai baju couple bersama Jinan. Bagaimana tidak, baju yang mereka gunakan sedari kecil sama semua yang membedakan hanya warna dari baju tersebut. Ralat, bukan hanya baju saja, tetapi semua barang-barang yang melekat di tubuh mereka selalu sama. Axel Marchelino. Cowok itu berhasil membuat Jilan dan Jinan berada pada fase cinta segitiga. Mencintai cowok yang sama adalah bagian awal dari kisah cinta remaja mereka. Dimulai dari rasa cinta hingga pengorbanan yang tak terhitung mengalir begitu saja. Merelakan rasa sakit demi melihat orang yang di cintai bahagia. Apalagi Jinan yang belum pernah merasakan cinta masa remaja. Seperti air, semuanya mengalir begitu saja. Pengorbanan, rasa sakit, sayang dan kebahagian telah dilalui. Hingga akhirnya salah satu mengalah demi kebahagiaan yang sang kembaran. -Ketika aku mencintaimu dengan tulus, namun dia mengatakan lebih mencintaimu dari apapun. Aku ikhlaskan, untukmu, aku rela- SELAMAT MEMBACA❤ **** WARNING: BANYAK KATA-KATA KASAR DALAM CERITA! #3 in teenfiction #6 in fiksiremaja

More details
WpActionLinkContent Guidelines