Dear Lady

Dear Lady

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 30, 2023
WpInfo
Fanfic
Di dalam kesendirian dan kejamnya kenyataan hidup, Ezi mencari sandaran hidup kesana-kemari hingga suatu hari ia menemukan sebuah novel monolog yang menceritakan tentang perasaan seorang karakter sempurna buatan manusia. Lalu kemudian Ezi mulai menyandarkan luka batinya pada secarik halaman dalam novel monolog itu. Dia menciptakan dunia baru di kepalanya sembari membaca monolog sang Pangeran. Dunia dimana dia dan sang pujaan hati, Pangeran hayalan bernama Fumiya sama-sama berharap untuk hidup bersama, berdampingan satu sama lain. Di dalam pikiran gadis biasa seperti Ezi, tak jarang terbesit haluan untuk hidup dalam cerita novel dimana ia bisa menjalani hidup indah bersama sang pujaan hati. Dia juga sering kali membawa perasaan saat membayangkan pujaan hatinya ketika membaca kalimat dalam novel. Di balik semua haluan itu, siapa sangka kalau sang pujaan hati juga merasakan hal serupa.? Pangeran Fumiya juga memiliki haluan serupa untuk hidup dengan Ezi di dunia nyata dan dapat benar-benar berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari Ezi. Namun, kenyataan ini terlalu kejam bagi mereka untuk bersatu.
All Rights Reserved
#94
pov
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (End)
  • Takdir Yang Hilang [END]
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • Queen Of Another World ✓
  • FUCHSIA" : After Becoming a Lady [ON-GO]
  • LOST IN THE PAST [ TAMAT ]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines