Story cover for SUARA HATI by bint_salimomar
SUARA HATI
  • WpView
    LECTURAS 21,974
  • WpVote
    Votos 717
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 21,974
  • WpVote
    Votos 717
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado mar 16, 2015
Seperti judul dari cerita ini, jadi ini hanya sebuah goresan pena yang terbingkai dari lintasan suara hati. Setiap kalimat yang terbentuk dari susunan kata yang dirangkai melalui huruf-huruf dan diketik dengan perasaan itu tentu akan memberikan pengaruh tersendiri bukan bagi siapa yang membacanya? 
Aku berharap setiap bagian dalam goresan dan lintasan suara hati ini bisa memberi manfaat bagi orang lain yang membacanya.
Semoga aja ya, karena itu memang harapanku, aku berharap apa yg aku tulis bukan hanya sekedar kata-kata tapi bisa memberikan manfaat juga untuk orang lain..


Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mau membaca  goresan "suara hati " ini.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir SUARA HATI a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#30kiai
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah de akmal1505
25 partes Continúa Contenido adulto
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
Serpihan Asa de Khalifabismasanjaya
28 partes Concluida
Sebuah novel yang luar biasa. Alur ceritanya enak diikuti ketika membaca kita merasa benar - benar terjadi dikehidupan nyata. Prof. Drs. Damris M, M.Sc., Ph.D. - Guru Besar Unja --- Novel yang ditulis dengan alur cerita yang runtut, dengan permainan kata dan bahasa yang mudah dipahami, secara sosiologis mengajak kita untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial antar sesama, menjadi humanis. Rugi dech jika tidak membaca novel ini. Prof. Dr. Drs. H. Ekawarna, M.Psi - Guru Besar Unja --- Novel yang sangat menarik untuk dibaca. Bahasanya mengalir sehingga enak untuk selalu terus mengikuti ceritanya. Dalam penciptaannya ada tiga ranah yang digali penulis yaitu visual, auditory, dan kinestetik sehingga getaran cerita akan dirasakan oleh semua pancaindra pembaca. Hal ini berakibat pada penyelaman jauh pembaca terhadap cerita yang disajikan. Betul memang jika tulisan dihasilkan dari hati maka juga akan menyentuh hati pembacanya. Selamat membaca dan Anda akan mengalami pendakian ke gunung, lembah, dan bukit yang selalu enak untuk dinikmati Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. - Dosen UNS -- Awalnya sekilas membaca di halaman awal saya melihat novel ini biasa saja, namun begitu membaca dibagian berikutnya saya seperti tidak mau berhenti membaca. Begitu banyak kejadian yang tak terduga dipaparkan dalam novel ini. Begitu mengejutkan. Novel ini banyak memberi kekuatan bagi yang lagi rapuh jiwa. Bagi calon pembaca... bacalah, dan rasakanlah iramanya yang insyaAllah akan menghentakkan jiwa. Hustarna, S.Pd. M.A - Dosen Unja --- Saya terkesan sekali setelah membaca novel islam ini. Ceritanya mengalir dengan enak, seakan-akan kita terbawa dalam kehidupan di dalam cerita tersebut. Hal ini mendorong saya untuk terus membacanya tanpa terasa bosan. Sri Supriyantini, M.Si. - Dosen USU --- Novel yang bagus penuh inspirasi dan religius dengan nuansa ke Indonesia, moga muncul karya karya lain. Salam Drs. Irzal Anderson, M.Si. - Dosen Unja
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Gus Bara  cover
Duo Gus Dan Cintanya Di Pesantren (On Going)  cover
Gusku incaranku (Terbit)  cover
Ana Uhibbuka Fillah Gus (Open Pre-Order) cover
Strong Girl cover
Serpihan Asa cover
My Husband Is Gus Pondok cover

Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

25 partes Continúa Contenido adulto

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.