Antara Dua Imam

Antara Dua Imam

  • WpView
    Membaca 85
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 15, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
EXO
"Saya mohon jangan tinggalkan dia Gus" pintanya lirih "Tapi dia mencintai mu Ustadz!!" Gus Arhan mengeluarkan semua kemarahannya pada Ustadz Fattan. Bagaimana bisa ia saling mencintai, tetapi memberikan cintanya pada orang lain. "Tolong Gus, dia membutuhkanmu" Ustadz Fattan berjalan gontai ia memohon agar Gus Arhan mau mengikuti keinginannya. "Bagaimana jika kau diposisi ini Ustadz?" Gus Arhan menatap Ustadz Fattan dengan lekat. "Andai.." "Andai, Gus. Andai aku diposisimu" lirihnya dengan suara pelan dengan kepala menunduk. mata Ustadz Fattan memerah, air mata yang ia tahan sejak tadi tidak bisa ia bendung lagi. Bagaimana bisa ia menanyakan soal itu, ingin rasanya ia jelaskan betapa tidak berdaya nya ia sekarang. Betapa sakitnya ia melihat orang yang ia cintai dimiliki orang lain tetapi akan lebih sakit lagi jika ia bersama dengannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Garis Takdir Anastasya
  • Gus ikram dan Azalea
  • Ustadzku cinta pertama ku (Revisi)
  • cinta yang terlambat
  • GUS ATAU USTAZ? [END]✅ Sudah Terbit
  • Ustadz Atau Gus?
  • Ustadz Muda Suami Ku!!

BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA‼️ "ngga ada yang ga bisa jika itu semua karena ingin mencari ridha Allah orang tua" seorang pria yang ingin sekolah di bandung bersama sepupunya, tapi terpaksa harus masuk pesantren demi mewujudkan impian orang tuanya. setelah itu dia bertemu dengan seorang wanita dan mulai jatuh cinta, sehingga dia memberanikan diri untuk bertemu dengan nya tapi, 97/100% dia sangat berharap bahwa jodohnya adalah seorang gus (keturunan kyai). "aishfa" panggilnya. "iya?" balas aishfa sopan. "maaf, saya mau ajakin kamu buat ta'aruf, kamu mau?" tanya nya dengan keringat dingin. "tapi type saya gus" jawab aishfa. "maaf saya bukan gus, dan saya tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan gelar gus dan memberikanmu gelar ning" balasnya. "kalo begitu saya pamit, assalamualaikum" pamitnya. "ehh ustadz...." panggil seorang wanita dengan berlari kecil dari arah belakang aishfa. "dia siapa mba? mba kenal?" tanya aishfa penasaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan