SENJA TERAKHIR (On Going)

SENJA TERAKHIR (On Going)

  • WpView
    GELESEN 64
  • WpVote
    Stimmen 11
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Aug. 31, 2023
Bagaimana jika dua anak manusia dari latar belakang yang sangat berbeda di pertemukan oleh takdir melalui sebuah tugas, lalu saling jatuh cinta? Mungkin itu akan mudah jika hanya profesi atau kebangsaan saja yang berbeda. Namun ini bukanlah perihal profesi ataupun kebangsaan, ini lebih rumit daripada itu. Perbedaan iman dan kepercayaan menjadi tembok pembatas yang sangat besar bagi dokter cantik bernama Nur Alyatul Ilmi, dan prajurit TNI AD, bernama Louis Anugrah. Sama-sama menyukai warna jingga sore hari, membuat mereka semakin akrab satu sama lain. Di sela-sela kesibukan, mereka menyempatkan waktu untuk berburu senja di setiap tempat yang berbeda. Hingga tak ada yang menyangka hari itu adalah senja terakhir untuk mereka berdua. "Jika ini adalah senja terakhir bersama mu, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu sungguh demi Tuhan ku." _Louis Anugrah_ "Jika ini adalah senja terakhir bersama mu, aku juga ingin mengatakan terima kasih. Terima kasih karena telah mencintai ku." _Nur Alyatul Ilmi_
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Cerita di Balik Senja
  • Bidadari Terakhir
  • End & Wait  (Revisi)
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]
  • Meraih Cinta Suamiku
  • TOUCHED (End)
  • Stetoskop Cinta
  • Senja dan Jingga
  • Aryudha
  • Fajar & Senja

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien