Dan wanita berkerudung bergo panjang merah marun yang begitu hidup di alam imajinasiku itu lambat laun mulai merubah kepribadianku. Ku tinggalkan pekerjaan beserta semua fasilitas yang kudapatkan saat itu. Saat ini aku begitu menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan harimau. Entah sudah berapa banyak literatur tentang harimau sumatera dan segala sesuatu yang berhungan dengan legenda manusia harimau telah kubaca. Aku terus berjalan, membelah rimba raya yang saat ini telah berganti nama menjadi pemukiman dan perkebunan. Diantara batang-batang kelapa sawit yang menjulang tinggi, di banyak kampung dan dusun-dusun yang baru singgahi. Aku terus bertanya dimana wanita berkerudung bergo pan-jang merah marun dan dua anaknya berada. Aku tak lagi memperdulikan tatapan mata orang-orang yang melihat aneh ke arahku. Ditengah an-caman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Di tengah habitatnya yang semakin sempit dan berkurang, aku seperti melihat wanita berkerudung bergo panjang merah marun menatap sayu ke arahku. Dari mata wanita berkerudung bergo panjang merah marun itu, aku seperti melihat harimau Su-matera memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka membunuh atau dibunuh hingga ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.
More details