GANCET DIGUNUNG LAWU

GANCET DIGUNUNG LAWU

  • WpView
    Reads 2,925
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2023
Kami berjalan kurang lebih satu jam menyusuri hutan, namun semakin dalam kami berjalan setapak jalan pun mulai hilang tergantikan oleh rerumputan tinggi, hingga akhirnya jalan pun berujung di sebuah jurang yang membuat kami kaget, jika kami tak hati-hati kami bertiga bisa saja jatuh ke dalamnya. Setelah selesai beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju persimpangan awal, meskipun lelah kami terus jalan tanpa henti, sebab kami sangat ingin kembali. Tak lama setelahnya, kami pun sampai di persimpangan, sapu tangan bagus masih terikat dengan kuat di dahan pohon yang ada di persimpangan. Kami pun kemudian mengambil arah kiri, kami harap jalan yang kami ambil kali ini benar. Kami pun berjalan cukup lama, hingga akhirnya kami sampai di sebuah batas hutan yang sangat lebat, bahkan hutan tersebut sangat sulit untuk di terobos, kami yakin di sana pun masih banyak hewan buas berkeliaran yang bisa kapan saja menerkam kami bertiga, kami benar-benar di titik pasrah akan hidup kami. Doa tak putus kami panjatkan, hingga tak lama setelahnya muncul sebuah keajaiban, di tengah keputusasaan kami melihat bayangan adi dan ani menghampiri kami, mereka kemudian melambaikan tangannya dengan begitu halus seakan memberikan isyarat. Awalnya ragu akan isyarat yang mereka berikan, sebab terakhir kali kami mengikuti langkah mereka, kami tersesat di kampung ghaib yang sangat menyeramkan. POWERED BY : RUANG DIMENSI WRITER : ALIN AMBARWATI BUDAYAKAN MENGHARGAI SEBUAH KARYA SESEORANG #SHARE CERITA WAJIB CANTUMKAN NAMA POWERED BY : RUANG DIMENSI #DILARANG KERAS MEMBAWAKAN CERITA INI DI PLATFOM MANAPUN TANPA IZIN (JIKA ADA YANG MELANGGAR MAKA AKAN ADA KONSEKUENSI YANG AKAN DI TERIMA MENGENAI HAK CIPTA)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menanti
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Jeritan Malam - ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan (SUDAH DITERBITKAN)
  • TRAPPED : "The Runic Forest" (2013)
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • memories never die
  • DIA DANIA
  • LANGKAH YANG MENGIKAT
  • Antalogi cerpen
Menanti

Kita berjalan tanpa ikatan dan mulai menelusuri ruang harap yang akan berakhir dengan ketulusan. Semakin berjalan menulusuri lorong itu, semakin terlihat jelas sorot mata itu melukiskan ketulusan namun satu hal yang membuatku bingung, mata yang selalu menatap dengan hangat, perlakuan hangat yang selalu hadir menemani namun tak pernah datang memberi kepastian. Ya lebih tepatnya membuka ruang harap untuk sebuah ketulusan, namun tak kunjung memberikan kepastian dan tak sanggup untuk melepas. Semakin melangkah, langkah kita semakin beriringan hingga kehadiran seseorang di ujung lorong menyapa dan membuat langkah kita terhenti. Sosok Seorang perempuan yang sudah tidak asing bagi ku sedang berdiri di ujung lorong yang tak pernah ku lalui sebelumnya memanggilnya dan membuat ku tersadar bahwa ketulusan yang selama ini ku nanti adalah sebuah fatamorgana. Kepercayaan yang ku bangun hancur berkeping keping. Saya tahu betul bahwa dia berjalan di lorong yang lain dgn sosok itu namun telah berakhri di ujung lorong. Namun semua yang dia katakan hanyalah kebohongan agar saya tetap menemaninya berjalan di lorong yg lainnya. Hingga akhirnya ku lihat dirinya yang menghampir seseorang itu di ujung lorong dan meninggalkan ku sendiri yang masih tetap terdiam menatapnya pergi menulusuri lorong lain bersama sosok yang tak asing lagi di lorong masa lalunya. Bagaiamana Lina bangkit dari ketepurukannya saat Ray memutuskan untuk berhalan menghampiri masa lalunya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines