Kau adalah "SeniKu"

Kau adalah "SeniKu"

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
27-02-2040. "Denara manisku" Sebuah buku usang yang ditemukan seorang anak gadis dilemari koleksi buku Papanya dahulu. Buku yang tebal hampir seperti buku kamus, anak gadis itu penasaran dan membuka buku itu. Lembar demi lembar anak itu membaca isi dari buku tersebut dengan penasaran. Tak sanggup membacanya sampai habis, matanya mulai berkaca-kaca.Anak gadis itu langsung menghampiri ibunya yang tengah duduk diteras depan sambil meminum secangkir tehnya. "Mama lagi ngapain?" "Ini mama lagi duduk-duduk aja didepan mumpung lagi ga ada kerjaan. sini duduk kak" Anak gadis itu duduk sambil menunjukan buku tersebut. "Papa.." Seorang perempuan yang memasuki umur 40 itu langsung terpusat dengan buku tersebut. wajahnya tersenyum. "Masih banyak buku dan karya lain yang dibuat almarhum papa dulu kak" raut wajahnya yang tersenyum dan menatap langit langit yang mulai berubah menjadi berwarna orange --------------------- 16-08-2023 "Akting kamu bagus" ucap lelaki berambut modifikasi gimbal itu yang tiba tiba duduk disebelah Denara. "Makasih cowok gimbal" jawab Denara yang masih belum menyadari, jika lelaki itu adalah kating sekaligus sutradara teater itu. "Pulang, nanti digondol wewe udah larut malam ini" "Iyaa mbal, ini mau pesen gojek dulu" "Walah, cewek kok malem malem pesen gojek. rumahmu dimana?" "Perumahan Casapana" "Kuanter aja, gausah nolak ini kebaikan" ia langsung bergegas mengambil motor vespa tuanya itu dari parkiran. "Naik" "Motornya antik juga mbal" Denara sedikit tertawa. "Tau gitu biarin diculik aja" "Eh engga bercanda atuh jangan mayah mayah" "Maba sekarang emang alay alay" tatapnya datar Akhirnya Denara pun pulang bersama Syahdan si Sutradara tersebut. Di perjalanan, tak ada perbincangan hanya langit malam yang menyaksikan mereka berdua. "Makasih gimbal, semoga lain waktu kita ketemu lagi di kampus" Lelaki itu mengangguk dan tersenyum, ketika denara ingin mengunci gerbang rumahnya. "Syahdan, bukan gimbal Denara"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • Aksara Lingga
  • Tentang karen (HIATUS)
  • JAM 3 SORE
  • BASKARA
  • 𝐓𝐄𝐑𝐄𝐒𝐀 𝟐
  • THE CLIMB [Completed]
  • Sweet Combat
  • ON SIGHT (Completed)

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines