secret love

secret love

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 4, 2024
" Aku mencintaimu " Ucap cowok tersebut memberikan bunga mawar yang ia pegang " Terimakasih telah menyukaiku tetapi aku sedang tidak ingin melakukan yang namanya percintaan " Balas gadis tersebut " Aku akan merahasiakannya , aku akan menjaga dirimu dan aku tidak akan pernah menyentuh mu jadi berpacaran lah dengan aku " Balas cowok itu lagi membuat cewek tersebut tak berkutik " Pdkt bagaimana kalau menggunakan istilah itu ?kamu bisa menganggap ku sebagai pacar mu tetapi tidak dengan diriku , aku hanya akan menganggap hubungan ini sebagai pertemanan, Bagaimana?" Tanya gadis tersebut menadahkan tangannya supaya cowok tersebut meletakkan bunga mawar tersebut di telapak tangannya " Baiklah aku setuju ! aku akan menepati perkataan ku , apakah aku boleh bertanya wahai pacarku ?" Tanya cowok tersebut setelah meletakkan bunga mawar yang ia pegang ke telapak tangan gadis tersebut " apa itu tentu saja boleh tanyakan lah " Balas gadis tersebut " Jika aku ingin makan bersama mu , apakah kamu mengizinkan ku ? dan jika aku ingin mengambil foto dengan mu , apakah kamu mengizinkan ku ? aku akan menerima syarat dari mu " Tanya cowok tersebut " Untuk pertanyaan pertama tentu aku akan mengizinkannya " balas gadis tersebut "Dan untuk pertanyaan kedua aku juga akan menyetujui nya , kita hanya perlu mengambil jarak satu sama lain " lanjut gadis tersebut "Senang mendengarnya jika engkau menyetujui pertanyaan ku wahai kekasihku " Balas cowok tersebut tersenyum dibalas juga oleh gadis tersebut dengan senyuman manisnya Yey bagi yang kepo lanjutannya silahkan baca ya , ini adalah cerita buatanku sendiri tanpa ada yang namanya plagiat .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Is that Love?
  • She's Mine (COMPLETED)
  • We Are One
  • ONLY YOU [HIATUS]
  • Tokoh Utama
  • Miracle (SELESAI)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • KISAH KITA (END)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines