GULANA
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2024
Dua jiwa bertukar raga, Fey tidak menyangka jika menjadi Frey akan sesakit ini. Dia tidak tahu menjadi Frey akan terasa sesepi ini, ia pikir adiknya itu hidup bahagia seperti dia menikmati masa mudanya dengan segala yang mereka punya. Tapi ternyata Fey salah, adiknya menderita, sendirian, dan terjebak dalam kegelapan. Andai saja sore itu mereka tidak terjebak hujan dan berteduh di gubuk tua, mungkin Fey tidak akan sadar jika ia sudah begitu kejam. Semua kebahagian yang ia punya adalah luka bagi adiknya. Bulan purnama dengan sinar kebiruan memancar ke dalam sebuah sumur di dalam gubuk tempat mereka berteduh. Tubuh Fey jatuh ke dalam dinginnya air, ia tergagap mencoba mencari pegangan. Bersama adiknya, dalam kesunyian malam di temani hujan. Dibawah sinar bulan purnama yang terang, jiwa mereka bertukar. "Bagaimana rasanya menjadi aku kak? Apa kau merasa sesak? Itulah yang aku rasakan sejak dulu, aku harap kau dapat menikmatinya. Hanya sesaat setelah itu kita akan bebas."
All Rights Reserved
#451
cintapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • FALLING IN LOVE
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • The Dark Side(END)
  • Tentang Waktu (End)
  • SMARA DIKTA
  • LIGHT
  • MY AMYGDALA : Elnaura Indriana Syailendra

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines