Asmaraloka

Asmaraloka

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2024
Arnova Angelista Hapsana, perempuan ceria yang selalu tertawa dimanapun dia berada, nekat menyukai laki-laki dingin seperti Arkatama Jauzan. Sejak ia memasuki SMA kelas 10, hari-harinya di sekolah selalu terisi dengan rasa senang dan salah tingkah hanya karena hal-hal kecil yang dilakukan Jauzan. Hingga suatu hari, Jauzan dikabarkan menyukai orang lain. Tapi hal itu tidak membuat Angel dapat melupakan Jauzan dengan mudah. Segala hal telah ia coba untuk melupakan Jauzan, namun tidak pernah berhasil. --------------------------------------------------
All Rights Reserved
#82
asmaraloka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • ALVANO ALASTAR
  • DAKSA [END]
  • Langit Malam Bersamamu
  • Perbedaan Yang Indah
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Oranye Di Langit Senja
  • Storia d'Amore [SELESAI] ✔

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines