We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I Just Want To Be Free

I Just Want To Be Free

  • WpView
    Reads 726
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2024
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
CERITA INI HANYA KARANGAN SEMATA , KARAKTER DALAM CERITA INI HANYA MEMINJAM DARI MONSTA DAN TAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN ANIMASI ATAU DUNIA NYATA, MURNI FIKSI SEMATA. APA BILA ADA KESAMAAN DENGAN CERITA LAIN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA, DILARANG MENGCOPY KARNA INI MURNI IDE AUTHOR . WARNING !? BANYAK TYPO BERTEBARAN DAN MUNGKIN AKAN SEDIKIT OOC . Apa jadinya jika kau dipaksa hidup tanpa bisa mengakhiri hidupmu, melihat orang orang yang kau sayangi mati satu persatu. Walau mendapat kekuatan yang hebat serta ke abadian yang kekal, namun harus merasakan hidup dalam kesendirian selama bertahun tahun. Dengan nama yang terus berubah seiring dengan orang yang dia temui. Identitas yang tak menentu, dan harapan yang tak terwujud , bagaimana rasanya ? Sakit .... kesal ? Atau putus asa ..? Itulah yang dialami Beliung, pemuda biasa yang menjadi tumbal dan merasakan kehilangan berulang kali. Dia di paksa mengumpulkan batu segel bila inginkan kebebasan !? Bisakah Beliung mendapatkan kebebasan yang dia dambakan ...? Dan bagaimana perjalanannya.. Mari kita lanjutkan dalam cerita I Just want to be Free ...
All Rights Reserved
#230
fang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Bukan Sebatas Kekuatan I (complete)
  • BoBoiBoy Galaxy S1 x Reader
  • hikari no kakera (End)
  • Don't Touch My Book! [THE END]
  • Real 王子様 [Boboiboy Taufan] ✓

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines